M. Q. Aynan
"Kamu beneran sayang sama saya?"
"Iya, terus?"
"Berapa liter air mata yang kamu rela alirkan demi saya?"
"Kok gitu pertanyaannya?"
"Memang gitu pertanyaannya. Kalau sayang sama saya, yang perlu kamu perlu pertimbangkan bukanlah berapa senyuman yang akan kamu keluarkan sebab saya, melainkan berapa liter air mata yang kamu rela alirkan demi saya. Air mata tidak selalu berarti kesedihan. Seringkali air mata berarti kekuatan karena kelemahan kadang berwujud pengabaian dan pelarian."
Apakah pembaca pernah menyaksikan fenomena yang berbeda satu sama lain? Misalnya, ada orang yang proses hubungannya cepat dan segera kepastiannya, sementara lainnya, prosesnya lambat dan tidak menentu kepastiannya? Misalnya lagi, ada yang lamaran dan akadnya dengan satu orang langsung, sementara yang lainnya, lamarannya awalnya dengan seseorang, lalu tiba-tiba ganti, setelah akad ganti orang lagi? Ada yang seperti itu?
Terdapat beberapa sudut pandang yang bisa digunakan dalam melihat fenomena tersebut. Sebelum saya lanjutkan, saya punya satu hipotesis bahwa hubungan interpersonal, apalagi antar lawan jenis yang bersifat istimewa, itu adalah sebuah seni dan bergantung pada penempatan waktu. Art based on timing. Karena itu, rentan ada keretakan, atau crack. Disinilah kemudian risikonya. Karena berisiko, maka seperti di atas tadi, pertanyaannya bukan seberapa senyumnya, melainkan seberapa air matanya. Sebab air mata adalah bentuk risiko.
Kembali kepada sudut pandang. Dalam ilmu pendidikan, ada pembahasan tentang evaluasi. Evaluasi yang paling dikenal adalah tes baik lisan maupun tulis. Ada pula yang non-tes.
Evaluasi non-tes meliputi observasi, wawancara, penugasan, dan portofolio. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas portofolio. Tiga lainnya mungkin di lain kesempatan saja.
Penilaian portofolio merupakan suatu pendekatan atau model dalam penilaian kinerja, dalam konteks ini, calon mitra dalam jenjang hubungan selanjutnya. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan si calon dalam membangun dan merefleksi suatu hubungan melalui pengumpulan bahan – bahan yang relevan dengan tujuan dan keinginan yang dibangun dalam hubungan sehingga hasil nantinya dapat dinilai apakah layak atau tidak.
Ada dua portofolio yaitu proses dan produk. Portofolio proses yaitu menunjukan kegiatan hubungan untuk mencapai semacam target dan sekumpulan indikator yang telah ditetapkan bersama dalam rencana serta menunjukan semua perkembangan dari awal sampai dengan akhir selama kurun waktu tertentu. Tentu saja kurun waktu tertentu, bukan digantung tanpa kepastian.
Sedangkan portofolio produk adalah menunjukan bukti konkret paling baik tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan bukti tersebut diperoleh. Contoh portofolio produk adalah portofolio penampilan, misalnya kunjungan, dan portofolio dokumentasi, misalnya surat tertentu.
Jadi, ada dua pilihan, mau yang berisiko tinggi atau momen yang tepat. Sebaiknya, perlu dipertimbangkan lagi air mata yang akan mengalir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar