---Di mana pun adalah ruang kelas---

Jumat, 03 Maret 2023

Sungai Tenang, Setelah Berpisah Jalan

Sungai Tenang, Setelah Berpisah Jalan


Oleh: Muhammad Qurrotul Aynan


Sungai Tenang beradaptasi dengan lingkungan barisan yang baru. Beberapa tokoh penting di dalam barisan mulai mengakui bakat Sungai Tenang di bidang teori dan pemikiran. Mereka memintanya untuk berbicara dalam sebuah forum Focused Group Discussion (FGD) dan memberikan pandangan tentang isu-isu politik yang sedang hangat diperbincangkan di kampus.


Sungai Tenang mendengarkan arahan Ular Langit dengan seksama. Ia belajar dan memahami aturan di dalam barisan, menyerap segala kebijakan dan keputusan dengan cepat. Dalam waktu singkat, ia menjadi sosok yang dihormati dan disegani di kalangan anggota barisan.


Suatu hari, Serigala Pemain, seorang tokoh penting di dalam barisan, datang menghampiri Sungai Tenang. "Bos, kau memiliki bakat di bidang teori dan pemikiran. Aku ingin kau berbicara dalam forum pasukan yang akan digelar oleh barisan. Apa kau bersedia?" tanya Serigala Pemain.


Sungai Tenang merasa terkejut dan sedikit heran. Namun, ia tak ingin melewatkan kesempatan emas tersebut. "Tentu saja, Serigala. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pandangan yang bermanfaat bagi barisan," jawab Sungai Tenang dengan tegas.


Malam sebelum acara, Sungai Tenang berusaha menyiapkan poin-poin. Ia berpikir keras dan mencoba menyusun kalimat yang tepat agar bisa menyampaikan pandangannya dengan jelas dan tegas.


Ketika tiba saatnya, Sungai Tenang dengan percaya diri angkat bicara. Sorotan tatapan seluruh anggota barisan membuat hatinya berdebar sedikit. Ia mengambil napas dalam-dalam dan mulai berbicara.


"Para anggota barisan yang terhormat, kita semua menyadari bahwa kondisi kampus saat ini sedang tidak kondusif. Ada perbedaan pandangan dan perbedaan kepentingan yang membuat kita terpecah-belah. Namun, marilah kita ingat bahwa kita semua berada di bawah satu langit.


Saya percaya bahwa keteraturan dan aturan tidak tertulis sangat penting untuk menjaga stabilitas kampus. Namun, di sisi lain, hak individu dan kebebasan pribadi juga harus dijunjung tinggi. Kita harus mencari keseimbangan yang tepat agar bisa menciptakan kondisi kampus yang lebih baik.


Oleh karena itu, saya mengajak semua anggota barisan untuk terus berdiskusi dan berdialog. Jangan biarkan perbedaan pandangan menghalangi kita untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menciptakan kondisi kampus yang aman dan kondusif bagi seluruh mahasiswa," ujar Sungai Tenang dengan tegas.


Kata-kata Sungai Tenang membuat seluruh anggota barisan terkesima. Mereka tampak merasa terinspirasi dan termotivasi untuk terus berjuang. Serigala Pemain yang duduk di samping Sungai Tenang merasa bangga dan takjub dengan bakatnya.


Dari malam itu, Sungai Tenang semakin dihormati dan diakui oleh seluruh anggota barisan. Ia menjadi sosok yang menjadi panutan dan inspirasi bagi banyak orang. Namun, di balik semua itu, Sungai Tenang tetap rendah hati dan tidak lupa akan nilai-nilai yang ia junjung tinggi. Ia tahu bahwa keberhasilannya tidak akan tercapai tanpa tekun belajar dan rajin membaca buku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar