Dream Comes (True) Like The Last Memory
Delicate and tender night
Started out in melancholy way
Strong falsetto and meditation
Makes the circumstance more touching
It's raining outside
Rain, and sunshine afterwards
Soft, cold, and harsh
Divine energy
Touching emotion
Seep into heart
The dazzling weeping scream sentimentally fill the realm
Like the cold weather when practical knowledge by presence was recited
Its affectionate taste pierce the heart
Like drizzle that falls quietly
Longing covers the heart
I know
That the green realm I was in
Was this beautiful and prosperous
After ancestor intercession recitation
It was just one blessing
Pretty flowers bloomed and withered there
My heart fluttering
Could heart-warming vision be kept?
Touching dream pile up like the last memory
Until in the bright eternity
Mimpi Datang (Menjadi Kenyataan) Seperti Kenangan Terakhir
Malam yang halus dan lembut
Dimulai dengan cara melankolis
Meditasi dan falsetto yang kuat
Membuat keadaan semakin menyentuh
Di luar hujan
Hujan, dan sinar matahari sesudahnya
Lembut, dingin, dan menyengat
Energi ilahi
Menyentuh emosi
Meresap ke dalam hati
Teriakan tangis yang menyilaukan secara sentimental memenuhi dunia
Seperti cuaca dingin saat lafadz keilmuan dibacakan
Rasa harunya menembus hati
Seperti gerimis yang turun dengan tenang
Rindu menyelimuti hati
Saya tahu
Bahwa alam hijau tempatku berada
Ternyata seindah dan sesubur ini
Setelah pembacaan tawassul leluhur
Itu hanyalah satu berkah
Bunga-bunga cantik bermekaran dan layu disana
Hatiku berdebar-debar
Bisakah penglihatan yang mengharukan dipertahankan?
Mimpi yang menyentuh hati menumpuk seperti kenangan terakhir
Sampai di keabadian yang cerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar