---Di mana pun adalah ruang kelas---

Selasa, 16 Agustus 2022

Dream Comes (True) Like The Last Memory

 Dream Comes (True) Like The Last Memory


Delicate and tender night

Started out in melancholy way


Strong falsetto and meditation

Makes the circumstance more touching


It's raining outside 

Rain, and sunshine afterwards

Soft, cold, and harsh


Divine energy 

Touching emotion

Seep into heart


The dazzling weeping scream sentimentally fill the realm

Like the cold weather when practical knowledge by presence was recited

Its affectionate taste pierce the heart 


Like drizzle that falls quietly

Longing covers the heart


I know

That the green realm I was in

Was this beautiful and prosperous

After ancestor intercession recitation


It was just one blessing

Pretty flowers bloomed and withered there

My heart fluttering


Could heart-warming vision be kept?

Touching dream pile up like the last memory

Until in the bright eternity




Mimpi Datang (Menjadi Kenyataan) Seperti Kenangan Terakhir


Malam yang halus dan lembut

Dimulai dengan cara melankolis


Meditasi dan falsetto yang kuat

Membuat keadaan semakin menyentuh


Di luar hujan

Hujan, dan sinar matahari sesudahnya

Lembut, dingin, dan menyengat


Energi ilahi

Menyentuh emosi

Meresap ke dalam hati


Teriakan tangis yang menyilaukan secara sentimental memenuhi dunia

Seperti cuaca dingin saat lafadz keilmuan dibacakan

Rasa harunya menembus hati


Seperti gerimis yang turun dengan tenang

Rindu menyelimuti hati


Saya tahu

Bahwa alam hijau tempatku berada

Ternyata seindah dan sesubur ini

Setelah pembacaan tawassul leluhur


Itu hanyalah satu berkah

Bunga-bunga cantik bermekaran dan layu disana

Hatiku berdebar-debar


Bisakah penglihatan yang mengharukan dipertahankan?

Mimpi yang menyentuh hati menumpuk seperti kenangan terakhir

Sampai di keabadian yang cerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar