Sebagai seseorang yang lebih "tua", atau yang biasa disebut dengan "senior", daripada mahasiswa semester 1-8, itu bukan berarti saya lebih tau segalanya daripada mereka. Saya hanyalah lebih dulu dan lebih lama berproses.
Oleh karena itu, ketika ada sesi perundingan (consulting) atau pendampingan (mentoring) dengan adik-adik mahasiswa S1, saya berusaha untuk menjelaskan, menggambarkan, apa adanya, tidak lebih dan tidak kurang, dari nilai yang terkandung dalam pengamatan dan pengalaman langsung saya sebelumnya. Semakin tinggi hasil pengamatan dan pengalaman langsung tersebut, semakin tinggi pula nilai yang terkandung di dalamnya.
Pelayanan yang apa adanya, terbuka, dan berusaha memberikan gambaran seobjektif mungkin dengan menghindari bias pribadi, tentu itu dalam rangka mempermudah dan supaya ada percepatan dalam proses mereka. Bukan sebaliknya, yaitu hendak menjerumuskan terhadap kegagalan, kelambanan, atau sentimen kelompok tertentu.
Alasannya, jika dilihat dari sudut pandang fisika kuantum, sependek dan sedekat yang saya tau, interaksi interpersonal, utamanya persahabatan, bisa dilihat sebagai pertukaran energi. Jadi, yang diharapkan adalah sekiranya kepuasan dan kesan mendalam lebih besar manfaatnya daripada pertemuan fisik itu sendiri. Ketika itu terjadi diiringi dengan niat yang tulus, saya yakin bahwa keberhasilan bersama dalam proses bukanlah sesuatu yang jauh untuk dicapai, melainkan segera makin dekat untuk sampai.
Energi yang positif dan afirmatif dalam sesi konsultasi akan merambat, kerap, bergelombang, dan menarik, mirip seperti frekuensi gelombang elektromagnetik. Jika ada kepuasan dan kesan mendalam, tentunya hal itu akan menarik orang lain untuk berinteraksi juga.
Semoga cukup mencerahkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar