---Di mana pun adalah ruang kelas---

Selasa, 28 Juli 2020

Tipe Pengkaderan Transformatif/Transformasional

M. Q. Aynan


Sebagai pribadi yang berada dalam struktur dalam lembaga pengkaderan, salah satu yang perlu dipikirkan dan direnungkan adalah tentang tipe pengkaderan yang diterapkan, khususnya oleh saya pribadi. Karena renungan ini singkat, saya tidak terlalu menelusuri literatur yang secara langsung berkaitan dengan pengkaderan. Selain itu, renungan ini muncul saat saya ikut bergabung dengan obrolan mahasiswa doktoral, sebagai 'anak bawang' saja.

Bass (1985) mengusulkan bahwa "untuk mencapai kinerja pengikut melebihi dari batas biasa, kepemimpinan harus transformasional". Di samping itu, Bass (1990) membagi kepemimpinan menjadi dua, yaitu kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional. Berikut ini adalah karakteristik-karakteristik yang dapat disimpulkan dari kedua kepemimpinan tersebut:

Kepemimpinan Transaksional
- Imbalan kontingensi, yaitu adanya kontrak pertukaran imbalan untuk berbagai upaya yang dilakukan bawahan, seperti menjanjikan imbalan untuk kinerja yang baik dalam menyelesaikan tugas-tugas.
- Manajemen dengan pengecualian secara aktif (active management by exception), yaitu kecenderungan pemimpin untuk mengamati dan mencari berbagai penyimpangan dari standar dan prosedur, dan untuk mengambil tindakan koreksi untuk kelompok yang dipimpinnya.
- Manajemen dengan pengecualian secara pasif (passive management by exception), yaitu kecenderungan dari pemimpin untuk turun tangan atau mengintervensi hanya ketika prosedur dan standar tidak terpenuhi.
- Laissez-faire, yaitu perilaku para pemimpin untuk menghindari pembuatan keputusan atau melepaskan tanggung jawab mereka.


Kepemimpinan Transformasional
- Karisma atau pengaruh ideal, di mana pemimpin memberi sense of mission dan sense of vision, menanamkan rasa bangga dan memperoleh rasa hormat dan kepercayaan.
- Kepemimpinan inspirasional, di mana pemimpin memberikan ide-ide yang jelas dan harapan yang tinggi, menyimbulkan upaya sebagai fokus, dan memiliki kemampuan untuk mengekspresikan tujuan-tujuan penting dalam berbagai cara yang sederhana.
- Stimulasi intelektual, di mana pemimpin mendorong kecerdasan, rasionalitas dan penyelesaian masalah.
- Pertimbangan individual, di mana pemimpin memberikan perhatian personal, melatih, menasihati para pengikut, dan memperlakukan setiap pengikut secara individual.

Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengkaderan transformatif/transformasional memperluas dan meningkatkan minat dari para kadernya, ketika mereka membangkitkan kesadaran dan penerimaan terhadap tujuan, visi dan misi organisasi, dan ketika mereka mengarahkan para kadernya untuk melihat melebihi dari kepentingan sempit menuju kepentingan lebih luas.

Sejalan dengan itu, pengkaderan transformatif/transformasional akan menimbulkan rasa bangga, rasa hormat, dan kepercayaan dari para kadernya. Pengkaderan tersebut juga akan menunjukkan perilaku yang memberikan arti dan tantangan bagi para kader, misalnya menyampaikan harapan-harapan dan menunjukkan komitmen yang jelas. Senior merangsang ide-ide baru dan daya inovatif para kader, mendorong penyelesaian persoalan secara kreatif, dan menstimulasi para kader untuk menghasilkan dan menggunakan pendekatan-pendekatan baru dalam penyelesaian persoalan. Perilaku yang ditunjukkan oleh senior yang mau mendengarkan para kadernya dengan penuh perhatian, memperlakukan mereka sebagai pribadi, dan memberikan perhatian khusus bagi pencapaian prestasi dan pemenuhan berbagai kebutuhan pengembangan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar