Menulis skripsi pada dasarnya wajar, normal, biasa. Bagaimana tidak, menulis skripsi sampai sidang atau munaqosyah seperti menulis makalah dan presentasi biasanya. Apalagi, menulis ilmiah setingkat itu tidak terlalu memerlukan kreativitas laiknya menulis esai atau cerpen. Susunannya sama mulai dari latar belakang atau konteks penelitian hingga menghasilkan kesimpulan.
Kalau pertanyaannya apakah menulis skripsi itu mudah atau sulit, maka jawabannya adalah mudah. Terlebih jika seseorang dimintai tolong untuk membantu dalam pengerjaan skripsi orang lain.
Sekali lagi, pada dasarnya menulis skripsi itu mudah. Hanya saja, cukup memakan waktu. Jadinya lama. Lebih mudah merancang 10 skripsi daripada mengetik 1 saja hingga rampung. Yang membuat lama, salah satunya adalah teknis tulisan. Memeriksa ejaan, catatan kaki, parafrase, dll. Itu yang membuat lama.
Lebih dari itu, yang paling membuat lama adalah urusan administrasinya. Alur persuratan, bolak-balik ke staf akademik, minta tanda tangan, dan lainnya, kalau bisa dibilang, menyiksa.
Untungnya, masih ada para pribadi yang bersedia meluangkan waktu untuk membantu saya. Waktu untuk bertukar pikiran, waktu untuk bantu ngetik, atau mempersiapkan berkas. Entah apa jadinya jika semua saya lakukan sendiri, tanpa bantuan orang lain.
Kesimpulannya, menulis skripsi itu mudah tapi lama. Administrasinya menyiksa. Sidangnya biasa, para pribadi yang membantu luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar