---Di mana pun adalah ruang kelas---

Kamis, 19 Juli 2018

Persinggungan Dunia Intelektual Arab dan Perancis


Oleh: M. Q. Aynan

Piala Dunia 2018 menghasilkan Perancis sebagai pemenang. Sebagian besar pemain timnas Perancis adalah imigran yang berasal dari dunia Arab. Bukan hanya dalam sepakbola, persinggungan dunia Arab dan Perancis juga terjadi dalam dunia Intelektual. Dunia Intelektual Arab sudah lama bersinggungan dengan dunia intelektual Perancis. Kita bisa menyebut beberapa nama di sini, antara lain adalah Hassan Hanafi, Muhammad Abid al-Jabiri, dan yang menetap di Perancis yakni Mohammed Arkoun.

Hassan Hanafi belajar di Universitas Sorbonne selama 10 tahun dari 1956 hingga 1966. Al-Jabiri meminjam teori Lalande tentang nalar pembentuk dan nalar terbentuk. Sedangkan Arkoun menggunakan metode historisisme kreasi para tokoh poststrukturalis Perancis. Istilah-istilah seperti episteme, korpus, parole, adalah istilah yang berasal dari para tokoh seperti Foucault, Derrida, De Sausure, dll.

Sedangkan beberapa Intelektual Perancis mendapat inspirasi dari dunia Arab. Imigran Arab di adalah kaum minoritas di Perancis. Kondisi semacam itu kemudian membuat Michel Foucault melahirkan konsep hubungan Pengetahuan dan Kuasa. Derrida juga memiliki hubungan dengan dunia Arab. Hubungan itu kemudian tercatat dalam buku yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sebagai “Lughat wat Tafkikah fits Tsaqafah al-Arabiyah: Liqa ar-Rabat ma’a Jak Derida”.

Bukan Hanya itu, dunia intelektual al-Azhar dan Mesir pada umumnya terlihat lebih akrab dengan dunia intelektual Perancis daripada Amerika. Di al-Azhar, Grand Syekh Ahmad at-Tayyeb adalah salah seorang yang pernah mencicipi dunia intelektual Perancis dengan meraih gelar Ph.D di Universitas Sorbonne. Sebelumnya, salah satu tokoh “Nahda”, Rifa’at Tahtawi, menyatakan bahwa Barat mengungguli Timur karena kemajuannya di bidang sains (ulum) dan seni (funun). Pernyataan itu muncul sekembalinya dari Paris. Pengalaman hidup di Paris dan pembacaan terhadap karya-karya tokoh Perancis serta kemajuan Eropa mengilhami pernyataan tersebut.

Fenomena semacam itu kemudian memberi pengaruh yang besar terhadap perkembangan pemikiran. Berbeda dari iklim Amerika yang pragmatis dan positivis, iklim Perancis menawarkan gejolak dan pertarungan pemikiran hingga tak jarang berhadap-hadapan dengan penguasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar