Oleh: M. Q. Aynan
Piala
Dunia 2018 menghasilkan Perancis sebagai pemenang. Sebagian besar pemain timnas
Perancis adalah imigran yang berasal dari dunia Arab. Bukan hanya dalam
sepakbola, persinggungan dunia Arab dan Perancis juga terjadi dalam dunia
Intelektual. Dunia Intelektual Arab sudah lama bersinggungan dengan dunia
intelektual Perancis. Kita bisa menyebut beberapa nama di sini, antara lain
adalah Hassan Hanafi, Muhammad Abid al-Jabiri, dan yang menetap di Perancis
yakni Mohammed Arkoun.
Hassan
Hanafi belajar di Universitas Sorbonne selama 10 tahun dari 1956 hingga 1966. Al-Jabiri
meminjam teori Lalande tentang nalar pembentuk dan nalar terbentuk. Sedangkan Arkoun
menggunakan metode historisisme kreasi para tokoh poststrukturalis Perancis. Istilah-istilah
seperti episteme, korpus, parole, adalah istilah yang berasal dari para tokoh
seperti Foucault, Derrida, De Sausure, dll.
Sedangkan
beberapa Intelektual Perancis mendapat inspirasi dari dunia Arab. Imigran Arab
di adalah kaum minoritas di Perancis. Kondisi semacam itu kemudian membuat
Michel Foucault melahirkan konsep hubungan Pengetahuan dan Kuasa. Derrida juga
memiliki hubungan dengan dunia Arab. Hubungan itu kemudian tercatat dalam buku
yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sebagai “Lughat wat Tafkikah
fits Tsaqafah al-Arabiyah: Liqa ar-Rabat ma’a Jak Derida”.
Bukan
Hanya itu, dunia intelektual al-Azhar dan Mesir pada umumnya terlihat lebih
akrab dengan dunia intelektual Perancis daripada Amerika. Di al-Azhar, Grand
Syekh Ahmad at-Tayyeb adalah salah seorang yang pernah mencicipi dunia
intelektual Perancis dengan meraih gelar Ph.D di Universitas Sorbonne.
Sebelumnya, salah satu tokoh “Nahda”, Rifa’at Tahtawi, menyatakan bahwa Barat
mengungguli Timur karena kemajuannya di bidang sains (ulum) dan seni (funun). Pernyataan itu muncul sekembalinya dari Paris. Pengalaman hidup di Paris dan pembacaan terhadap karya-karya tokoh Perancis serta kemajuan Eropa mengilhami pernyataan tersebut.
Fenomena
semacam itu kemudian memberi pengaruh yang besar terhadap perkembangan pemikiran.
Berbeda dari iklim Amerika yang pragmatis dan positivis, iklim Perancis
menawarkan gejolak dan pertarungan pemikiran hingga tak jarang berhadap-hadapan
dengan penguasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar