---Di mana pun adalah ruang kelas---

Minggu, 23 Februari 2020

Renungan Singkat Setelah Membaca Pokok-Pokok Gerilya

Untuk bertahan hidup dalam suatu bentuk kehidupan, tidak cukup oleh sebagian orang, tetapi seluruh orang (Jamaah) dalam perkumpulan (Jam’iyah). 

Dalam masyarakat akademik (Civitas Akademika), kehidupan secara umum dan persaingan secara khusus bukanlah bersifat fisik, melainkan bersifat psikologis. Setidaknya, sifat psikologis memiliki dua cabang yakni moral yang kuat dan kemauan yang tinggi. 

Selain itu, ada sifat lain yang melekat di dalamnya: Politis dan Ekonomis.
Sifat politis terdapat pada kemampuan untuk mengelola stabilitas internal dan menjaga hubungan eksternal. Sifat ini membuat seseorang sulit untuk lepas dari keberpihakan tertentu dan klaim netralitas. Kemandirian justru bukanlah menutup diri, melainkan membuka diri bagi aliansi strategis.
 Sifat ekonomis terdapat pada kebutuhan mendasar, bisa berasal dari sumber tetap maupun sumber tidak tetap, dengan jalur milik pesaing atau jalur yang sengaja dibuat/diperoleh. Logistik sangat besar sumbangannya bagi pemertahanan dan pemrolehan.

 Kedua sifat itu tetaplah didukung kemauan yang tinggi dengan terus berdasar pada moral yang kuat.
 Persaingan bukanlah sesuatu yang dikehendaki, melainkan sebagai sebuah keniscayaan. Karenanya, meski tidak bersifat fisik, terkadang di momentum tertentu ada sebagian pihak atau golongan yang mengerahkan sejumlah orang semacam gerombolan adu otot untuk membuat kegaduhan, mengancam keamanan fisik maupun sarana.

Jika sebuah perkumpulan diserang oleh pihak lain yang sengaja membuat ulah, maka perkumpulan itu akan membela diri. Dalam membela diri sebisa mungkin ancaman ditiadakan.
Pembelaaan diri itu pun juga tidak dilakukan dengan hasrat, tetapi dilakukan dengan keterpaksaan. Mereka bukanlah yang memulai lebih dulu. Kaum Agresor yang memulainya. 

Persaingan tidak digerakkan oleh alasan yang ilmiah dalam arti objektif. Ia digerakkan oleh alasan yang ideologis, baik ideologi pendidikan, geografis, golongan, maupun aliran pemikiran.
Hanya ideologi yang terkuatlah yang akan mengantarkan kepada kemenangan. Akan tetapi, bukanlah akhir sejarah berupa ideologi tunggal yang kemudian memunculkan pemenang tunggal pula. Pada akhirnya, tidak ada yang nomor satu. Satu kelompok yang terlalu mendominasi akan meunculkan perlawanan dari pihak lain.

Yang bersaing bukan semua orang. Sebagian bersaing, sebagian lainnya mendukung. Yang mencari makanan sebagian, yang menikmati makanan semua.
Efektifitas dan efisiensi dalam disiplin, pandangan, regulasi, pelatihan, perencanaan hingga evauasi.
1. Perkumpulan dipimpin oleh seseorang pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab terhadap tindakan bawahannya.
2. Memiliki struktur yang jelas.
3. Memiliki perlengkapan/inventaris.
4. Melakukan pelaksanaan sesuai dengan hukum tertulis maupun tidak tertulis.
Yang tidak dapat bertahan sebab kelelahan baik secara fisik maupun psikologis akan tumbang dengan sendirinya.

Kesatuan koordinasi pimpinan bukan saja pada struktur antar fungsionaris melainkan juga pada kultur anggota terbawah.
Serangan balik tidak dilaukan secara sporadis, tetapi sistematis ditutup dengan serangan kejutan dan kritikal saat kondisi sudah setara dengan pesaing.
Profesional adalah anggota biasa tidak dimasukkan ke dalam tim inti, tetapi hanya pendukung tim inti. Perlengkapan dan pelatihannya tidak sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar