Oleh: M. Q. Aynan
Bencana alam kembali terjadi. Gempa bumi dua kali mengguncang Lombok. Kerugian materi tentu sangat besar. Banyak bangunan mulai dari rumah dan tempat ibadah rudak. Korban nyawa juga tidak kalah memprihatinkan. Sebagian besar korban gempa karena tertimpa bangunan. Seluruh Indonesia turut berduka cita.
Selain bencana alam itu sendiri, yang menarik dari peristiwa gempa bumi di Lombok adalah munculnya aneka ragam penafsiran soal terjadinya bencana alam. Mulai dari penafsiran lokal, secara ilmu geologi, hingga penafsiran bahwa bencana alam adalah antara azab, hukuman, peringatan, atau ujian. Yang lebih membuat suasana menjadi semakin buruk adalah peristiwa gempa bumi di Lombok dikaitkan dengan Pilpres 2019.
Ragam Penafsiran
Penafsiran bahwa gempa bumi adalah azab memang tidak bisa disalahkan. Penafsiran semacam itu bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan berasal dari pergulatan yang panjang. Penafsiran tersebut memberi pelajaran bahwa manusia tidak boleh menyalahi aturan, bahkan dengan alam. Selain itu, kita juga dinasehati agar selalu waspada jika tiba-tiba bencana alam sungguh terjadi. Yang kemudian
menjadi persoalan adalah penafsiran semacam itu dijadikan dalih untuk menuduh orang lain.
Secara geologi, bumi terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan permukaan terdiri dari sejumlah potongan atau lempengan yang mengapung. Tentunya, posisinya dinamis, tidak statis. Ketika lempengan-lempengan tersebut bergesekan atau berbenturan, maka sebagian dari permukaan lempengan itu terguncang. Kejadian itu disebut dengan gempa bumi.
Indonesia sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki banyak gunung memang rentan dilanda bencana alam berupa letusan gunung berapi maupun gempa bumi. Gunung adalah kerak bumi yang menonjol. Di gunung, terdapat lubang keluarnya magma yang kemudian membeku dan membentuk bebatuan dan pasir. Ketika tersumbat, maka menimbulkan letusan dahsyat. Aktivitas gunung berapi ini bisa menimbulkan gempa.
Dalam penafsiran lokal, terdapat cerita-cerita tentang bencana alam yang disebabkan tindakan manusia. Tindakan buruk manusia membuat alam menjadi marah. Untuk itu, ada yang kemudian mempersembahkan sesajen, ada pula yang menyelenggarakan selametan yang dipimpin oleh tokoh setempat. Fungsi dari ritual semacam itu adalah menolak musibah karena bencana alam diyakini sebagai pertanda bahwa di tahun terjadinya bencana alam akan ada sesuatu yang buruk terjadi.
Apapun penafsirannya, semua memiliki dasar masing-masing. Persoalannya adalah cara kita dalam memaknai dan merefleksikan kesalahan apa yang telah kita lakukan sehingga bencana alam terjadi. Jika kita tidak bergegas untuk mengidentifikasi, maka bukan hanya bencana alam yang akan melanda, melainkan juga bencana budaya.
Bencana Budaya
Ada orang-orang yang mengatakan bahwa jika mendukung dua periode saja terjadi gempa dua kali, maka akan lebih parah jika mendukung lima periode. Lombok akan rata dengan tanah. Ada pula yang memplesetkan TGB bukan Tuan Guru Bajang, tetapi Terjadi Gempa Bumi. Lebih jauh, gempa bumi di Lombok diyakini oleh sebagian orang sebagai azab sehingga TGB harus introspeksi, mengevaluasi diri, dan memohon hidayah. Sungguh penafsiran yang sangat tidak rasional. Maka, bukan hanya bencana alam yang melanda melainkan juga bencana budaya.
Krisis khazanah budaya menjadi awal timbulnya bencana budaya, yaitu hilangnya akar budaya luhur dalam masyarakat sehingga menyebabkan seseorang berpikir dengan meninggalkan kewarasan akal sehat, tidak memiliki tenggang rasa, hilang juga semangat gotong-royong.
Selanjutnya, bencana budaya akan lebih tampak ketika berhadapan dengan persoalan kehidupan berbangsa. Dalam persoalan kehidupan berbangsa, seseorang yang ditimpa bencana budaya akan frustrasi, sinis, paranoid, serta membenci keragaman pilihan. Akhirnya, suatu fenomena buruk akan dikaitkan dengan tindakan orang lain yang dinilai tidak sama dan akan memprovokasi orang lain. Pada gilirannya, bencana budaya menyebabkan seseorang tidak rasional, tidak bertanggung jawab, serta malakukan tindakan yang merusak lingkungan dan kohesi sosial.
terimakasih infonya sangat membantu, jangan lupa kunjungi web kami http://bit.ly/2QT64Kk
BalasHapus