---Di mana pun adalah ruang kelas---

Rabu, 11 Januari 2023

Analisis Intertekstualitas Melodi, Lirik, dan Tema Lagu "Wish You Were Here" by Neck Deep Berdasarkan Progresi Chord

Analisis Intertekstualitas Melodi, Lirik, dan Tema Lagu "Wish You Were Here" by Neck Deep Berdasarkan Progresi Chord


Oleh: 

Muhammad Qurrotul Aynan

(Pembaca Teks, Author)

Moh. Ibnu Abdillah Sutio

Pelempar Teks, Co-Author



Artikel berikut ini akan menyajikan hasil analisis semiotik menggunakan teori intertekstualitas terhadap lima (5) lagu yaitu: satu (1) lagu "Wish You Were Here" by Neck Deep sebagai teks utama atau unit analisis primer; beserta empat (4) lagu yaitu "Let Her Go" by Passenger; "Let It Be" by The Beatles; "The Rose" by Bette Midler; "Counting Stars" by OneRepublic, sebagai teks pendukung atau unit analisis sekunder.


Teori yang digunakan adalah teori intertekstualitas yang terdapat di dalam semiotika dan kritik sastra yang dikembangkan oleh Julia Kristeva. Kristeva menyatakan bahwa setiap teks atau karya seni dalam masyarakat, terikat dalam hubungan intertekstual dengan teks-teks lain.


Dalam konteks musik, ini berarti setiap lagu yang ditulis akan terikat dengan lagu-lagu lain yang pernah ada. Dengan mengidentifikasi intertekstualitas dalam lagu-lagu yang dianalisis dapat membantu dalam mengungkap makna yang terkandung di dalamnya.


Intertekstualitas dapat dilihat dalam bagaimana lagu-lagu tersebut membuat referensi atau mengutip elemen dari lagu-lagu lain, atau dalam bagaimana lagu-lagu tersebut memperluas atau mengubah konteks dari lagu-lagu lain. Teori ini juga menekankan pentingnya pemahaman konteks sosial dan historis dalam interpretasi sebuah teks.


Sedangkan asumsi dasar yang digunakan dalam analisis 5 lagu ini sebagai landasan berpikir yang dianggap benar adalah bahwa adanya teks, dalam konteks ini 5 lagu tersebut, diasumsikan saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lain. Dengan begitu, dapat diasumsikan bahwa teks, yaitu antara 5 lagu tersebut, telah terjadi dialog satu dengan lainnya yang akhirnya menjadi ketersinambungan. Asumsi ini didasari oleh kesamaan atau kemiripan progresi chord 5 lagu tersebut. Oleh karena itu, maka analisis akan lebih terfokus pada bagaimana lagu-lagu tersebut saling berhubungan satu sama lain dari segi tema, melodi, atau lirik.


"Wish You Were Here" by Neck Deep

Dalam lagu ini, lirik dan irama yang sedih dan melow menggambarkan rasa kesepian dan rindunya pada seseorang yang tidak ada di sisinya. Lirik yang mengungkapkan perasaan cemas, kesepian, dan rindu sangat kuat, dan melodi yang menyampaikan rasa sakit. 


"Let Her Go" by Passenger

Lagu ini menggambarkan kisah perpisahan yang menyakitkan dan mengeksplorasi perasaan penyesalan, rasa sakit, dan pengakuan dari kesalahan. Melodi yang lembut dan lirik yang menyentuh mengarah pada emosi yang kuat.


"The Rose" by Bette Midler

Lagu ini mengeksplorasi tema kehilangan dan duka cita, dengan lirik yang menyentuh yang mengungkapkan perasaan putus asa dan kesedihan. Melodi yang emosional dan vokal yang kuat mengarah pada perasaan yang kuat.


"Let It Be" by The Beatles

Lagu ini berisi pesan damai dan memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan, dengan melodi yang membuat perasaan tenang dan lirik yang menenangkan. 


"Counting Stars" by OneRepublic

Lagu ini mengeksplorasi tema ambisi dan cita-cita, dengan lirik yang menggambarkan seseorang yang bekerja keras untuk mencapai impiannya. Melodi yang upbeat dan lirik yang menyemangati mengarah pada perasaan yang positif.


Hasil analisis dapat menunjukkan bagaimana "Wish You Were Here" by Neck Deep dan "Let Her Go" by Passenger, yang keduanya mengeksplorasi tema perpisahan, memiliki persamaan dalam lirik dan melodi yang mengungkapkan perasaan kesepian dan rindunya. Sementara itu, "Let It Be" by The Beatles memiliki persamaan tema dalam memberikan dukungan kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan, dan "The Rose" by Bette Midler dan "Counting Stars" by OneRepublic, yang keduanya mengeksplorasi tema kehilangan dan ambisi, memiliki persamaan dalam melodi yang emosional dan lirik yang menyentuh. 


Selain itu, analisis intertekstualitas juga dapat menunjukkan bagaimana lagu-lagu tersebut dapat memperluas atau mengubah konteks dari lagu-lagu lain dengan cara yang berbeda. Contohnya "The Rose" yang menceritakan tentang perasaan duka cita. Berbeda konteksnya dengan itu, The Rose" by Bette Midler" mengambil chord progression yang sama dengan "Counting Stars" by OneRepublic yaitu untuk memberikan semangat dan harapan untuk meraih impian.


Intertekstualitas tema yang dapat dirangkai berdasarkan 5 lagu tersebut secara berurutan adalah tema kerinduan, tema perpisahan, tema kesedihan, dan tema dukungan pendorong semangat, serta tema motivasi meraih impian.


Analisis semiotik dari 5 lagu sebagai unit analisis dapat mengeksplorasi bagaimana lagu-lagu tersebut mengkomunikasikan makna melalui simbol-simbol, tanda-tanda, dan konteks yang digunakan.


Dari sini dapat ditunjukkan bagaimana intertekstualitas dapat membantu dalam membaca dan memahami hubungan antar lagu yang disebutkan tadi, meskipun dari penyanyi dan genre yang berbeda, tetapi memiliki perbandingan melodi dan lirik, yang kemudian dapat dirangkai intertekstualitas tema.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar