Saya menulis ingatan ini, mumpung ingatannya belum terlalu terkikis habis oleh zaman. Karena bisa jadi semakin lama akan semakin terlupakan dan tidak bisa dipanggil lagi
Sedih rasanya, seperti ada yang kurang lengkap, ada yang kurang sempurna. Reuni teman kelas saat MA yang "resmi" tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Biasanya tahun-tahun sebelumnya, selalu bisa terlaksana. Saya sebut "resmi" artinya reuni yang dilaksanakan di satu tempat yang luasnya bisa menampung 40-60 orang, dan dihadiri oleh semua atau paling tidak sebagian besar anggota "mantan" teman sekelas saat MA dulu.
Tulisan ini ditulis terutama untuk saya sendiri, saya pribadi. Bukan untuk pembaca, bukan untuk orang lain. Jadi saya tidak akan menjelaskan istilah yang mungkin tidak dimengerti oleh sebagian pembaca, seperti MAK itu apa artinya dan kenapa istilahnya seperti itu, bagaimana asal usulnya, kok bisa IAI, kok bukan IAGA atau PK. Pokoknya istilah yang macam itu, saya tidak perlu jelaskan di tulisan ini. Tulisan ini fokus pada ingatan saya tentang nama kelasnya.
Seingat saya, kelas yang ada namanya itu, 3 kali. Saat MTs, MA, dan kuliah S1. MTs kan ada 2 jurusan atau program tuh, Full Day yang masuknya dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore sama Reguler yang masuknya dari jam 7 sampai jam 1 siang. Saya kelas Full Day, dan nama kelasnya itu "The Brilliant Boys"
Kalau MA, sebelum saya masuk, pernah ada 4 jurusan atau program yaitu IAI atau Keagamaan, IPA, IPS, dan Bahasa. Hanya saja, pas saya masuk tahun 2013, jurusan Bahasa sudah tidak ada, hanya tinggal 3 jurusan atau program. Saya masuk di IAI atau Keagamaan itu. Kalau di sekolah lain setau saya bukan menggunakan istilah IAI, melainkan PK (karena dulu-atau sampai sekarang-ada istilahnya MAPK) atau IAGA. Nama kelasnya itu "El-Rumi"
Kalau kuliah S1, prodinya TBI. Ada 2 kelas di angkatan saya, TBI 1 dan TBI 2. Saya di kelas TBI 1. Berbeda dengan kelas saat MTs sama MA yang semua anggota kelasnya itu laki-laki, di kuliah S1, anggota kelasnya laki-laki dan perempuan. Jelas lebih sedikit laki-lakinya. Perbandingan antara laki-laki dan perempuan itu 1:3. Nama Kelasnya itu "Extraordinary Class".
Di antara ketiganya, yang paling berkesan bagi saya secara pribadi adalah nama kelas saat MA, El-Rumi. Kalau "The Brilliant Boys" sama "Extraordinary Class", sudah banyak lupanya. Saya bahkan hampir lupa semuanya tentang nama kelas saat MTs karena sudah terlalu lama. Kalau nama kelas Extraordinary Class di S1 TBI, saya lupa siapa yang usul. Saya hanya terlibat memberikan usulan, nama Extraordinary meskipun artinya luar biasa tapi rasanya kurang istimewa, gimana kalau Extraordinary itu diberikan versi lain yaitu ExOrd. Untungnya diterima usulannya. Saya rasa saat mendengarnya, Exord itu, biar kedengarannya mirip sama Oxford gitu. Juga, kalau Exord kan cuma dua suku kata jadi lebih pendek.
Kembali ke nama kelas saat MA. Setidaknya, ada 2 alasan kuat kenapa seperti itu. Pertama, di antara ketiganya, saya paling banyak terlibat di penamaan El-Rumi dibandingkan dengan dua lainnya. Kedua, saya merasakan kekompakan Anggota kelas saat MA dibandingkan dengan MTs dan S1. Untuk penjelasan lebih lanjut soal kekompakannya bagaimana, tidak akan saya jelaskan di tulisan ini, tapi di tulisan atau kesempatan lain saja. Saya fokus cerita atau jelaskan alasan pertama saja.
Jadi, pada zaman dahulu.......
Lambe' nika......
(Kok kayak orang yang sudah tua ceritanya ini hehehehe)
Lanjut......
Saya lupa persisnya gimana awalnya proses penamaan kelas pas MA itu.
Yang jelas, saat musyawarah untuk menentukan nama kelas, semua anggota kelas dipersilakan untuk memberikan ide atau usulannya. Tapi, ya, jelas, ndak akan mungkin semua orang akan mengusulkan lah. Paling-paling hanya sebagian kecil.
Saya agak lupa berapa lama prosesnya.
Yang saya ingat sedikit itu, saya tidak langsung ikut memberikan usulan saya. Setidaknya ada dua alasan.
Kok mirip ya sama yang di atas, sama-sama dua alasan hehehehe
Lanjut lagi Mas......
Alasan pertama, saya nunggu sampai ketika kelas itu benar-benar kompak, sebab saya dari dulu, sebelum itu, kurang bisa percaya kalau pertemanan atau persahabatan itu bisa benar-benar kompak.
Alasan kedua, saya belum punya ide, ndak langsung kepikiran wkwkwkwk. Ya maap, namanya ide munculnya butuh waktu, butuh Ilham, butuh inspirasi gitu. Jadi, la budda, dari permenungan yang filosofis
Jangan keliru, gini-gini saya (kakak-kakak kelas sama adik-adik kelas saya juga sih) sudah baca-baca filsafat lho. Bacaan Filsafat, ilmu Kalam, sama Tasawuf sudah dibaca sejak saat itu. Ya, di samping memang ada mapel muloknya yang diajar sama Pak Abdillah Lutfi. Bukan manggil Pak, sih, kalau dulu, melainkan Ustadz.
Nah, setelah dua alasan tadi saya kira sudah siap, sudah terpenuhi, anak-anak kelasnya sudah kompak secara keseluruhan, sama saya dapat ilham, baru saya usulkan.
Usulan saya, berasal dari dua sumber (kan dua lagi xixixixixi), yaitu membaca buku atau literatur (jaman MTs sampai MA selain baca buku juga dari browsing di internet, kan hampir tiap hari saya main di warnet) sama membaca pengalaman.
Kebetulan, saya saat itu, sedang gandrung baca-baca kutipan-kutipan atau aforismenya Maulana Jalaluddin (ar-)Rumi. Saya terkesan, saya terpesona sekali dengan kalimat-kalimatnya, dengan ungkapan-ungkapannya. Bagi saya yang saat itu usia Peserta Didik MA, dapat pelajaran ilmu alat yang macam-macam seperti Ushul Fikih dan Kaidahnya, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, mapel pemikiran, pokoknya yang canggih gitu, ungkapannya Rumi bagi saya sangat puitis, sederhana, tapi sangat mendalam. Itu yang berkaitan dengan membaca buku atau literatur.
Yang berkaitan dengan membaca pengalaman adalah, saya amati nama-nama kelas dari kakak-kakak kelas kami, dari lulusan tahun 2012 sampai tahun 2015. Lulusan 2012 misalnya, nama kelasnya yang salah satu versinya, itu seperti nama salah satu album Slank, PLUR. PLUR itu kan album Slank yang ke berapa gitu, lanjutan dari album-album sebelumnya. PLUR itu singkatan dari Peace, Love, Unity, Respect. Itu kan bahasa Inggris. Nama kelas dari kakak kelas yang lain, sama nama kelas dari adik kelas, itu biasanya menggunakan bahasa Arab. Namanya juga jurusan atau program keagamaan kan.
Nah, saya mikir, gimana penamaan kelas itu, bisa punya arti bahasa Arab dan bahasa Inggris sekaligus. Dan, usulan saya, RUMI itu.
Nama RUMI bisa merujuk kepada dua arti (kok serba dua ya mulai tadi LOL), yaitu merujuk pada nama Maulana Jalaluddin Rumi tadi, itu yang bahasa Arab. Yang bahasa Inggris? Bisa juga dong. RUMI bisa diartikan sebagai singkatan dari "Respect & Unity, Manifestation of IAI" yang terjemahan Indonesianya berarti, saling menghormati dan menjunjung persatuan adalah perwujudan atau pengejawantahan dari Ilmu Agama Islam yang dipelajari. Jadi mu dari arti nama yang bahasa Arab atau Bahasa Inggris sama-sama bisa.
Bagus kan namanya?
Bagus lah
Siapa dulu yang ngusulkan nama, saya gitu
Hahahaha
Nostalgia dulu Mas
Apa lagi ya yang perlu ditulis. Sementara ini dulu sudah. Kalau muncul ingatan lagi nanti, saya revisi, saya edit tulisan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar