M. Q. Aynan
Saya mencoba ambil kesempatan dengan mendaftarkan diri dalam Ujian Masuk Pascasarjana yang diselenggarakan secara mandiri oleh IAIN Jember. Ujian masuk ini diselenggarakan tiap tahun. Secara umum, mekanismenya sama, namun tentunya tahun ini sedikit berbeda karena dampak pandemi.
Ada beberapa tahapan seleksi pendaftaran masuk Pascasarjana, yaitu persyaratan administrasi dan ujian tulis serta wawancara.
- ADMINISTRASI
Untuk mendaftar, calon mahasiswa diminta melengkapi persyaratan dan mengunggah berkas ke laman kampus. Adapun berkas yang diminta kemarin adalah scan ijazah dan transkrip nilai atau Surat Keterangan Lulus asli/legalisir, proposal tesis, surat rekomendasi akademik, dll. Meskipun administrasi ini 'memudahkan', sebaiknya tidak dianggap remeh.
- TES MASUK
Kalau sudah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, maka peserta selanjutnya mengikuti seleksi masuk dalam bentuk ujian tertulis TPA, Bahasa Inggris dan Arab, Psikotes dan Wawancara. Akan tetapi, kemudian berubah menjadi tes CBT dan wawancara. Sehari sebelum pelaksanaan, berubah lagi menjadi wawancara saja. Persoalan CBT, karena keterbatasan disebabkan situasi sekarang yang tidak kondusif.
Seperti dikutip dari laman www.iain-jember.ac.id (15/08/20), Menurut Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Jember Dr Aminullah El Hadi, tes daring ini merupakan rangkaian dari tahapan seleksi masuk calon mahasiswa baru Pascasarjana IAIN Jember. Dimana pada tahap awal yang sudah berjalan, mahasiswa mengikuti tes dengan sistem computer based test (CBT). “Ada tiga bidang yang diujikan, masing-masing Bahasa (Arab dan Ingris), pengetahuan keislaman dan tes potensi akademik (TPA),” jelasnya.
Selanjutnya pada tahap kedua, calon maba mengikuti tes wawancara yang mengulas background akademik mahasiswa, peminatannya dan proposal tesis atau disertasi yang diajukan. "Tahun sebelum-sebelumnya desainnya gitu. Karena masih pandemi, maka ujiannya disederhanakan tanpa tatap muka dan berlangsung daring seperti saat ini," papar Aminullah.
Sebelumnya, papar Aminullah, tes daring itu direncanakan menggunakan aplikasi telekonferensi. Namun Pascasarjana memberikan keluwesan dengan penggunaan aplikasi video call by WhatsApp. Jadi, peserta cukup menunjukkan bukti kartu ujian, lalu menjawab sejumlah pertanyaan dari tim penguji melalui video call.
- WAWANCARA
Secara umum, pertanyaan saat wawancara kurang lebih di antaranya:
- Sistem pendidikan di Pascasarjana,
- Mengapa mengambil prodi ini,
- Wawasan Keislaman,
- Wawasan Keindonesiaan,
- Proposal Tesis,
- Kemampuan bahasa Asing.
Sistem pendidikan misalnya kehadiran di kelas, peran dosen, dan tugas kuliahnya.
Alasan memilih prodi bebas, namun jika kurang linier dengan prodi sebelumnya akan ada pertanyaan lanjutan.
Wawasan Keislaman berkaitan dengan kedatangan Islam ke tanah air, dinasti-dinasti, aliran-aliran, sekitar itu.
Wawancara Kebangsaan berkaitan dengan sejarah singkat dan pendapat tentang persoalan kekinian misalnya antara wacana penegakan khilafah dan negara pancasila.
Proposal Tesis itu pertanyaannya mulai alasan memilih judul, fokus dan tujuan, metodologi, dan landasan teorinya.
Kemampuan bahasa asing yakni Inggris dan Arab itu tentang kemampuan mendengar, membaca, berbicara, dan menulis. Apakah mampu secara pasif atau aktif.
Itu pengalaman saya mendaftar ujian masuk Pascasarjana IAIN Jember. Pengumumannya, saya lulus. Saya berharap semoga diberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang yang membantu saya. Semoga bermanfaat dan tetap semangat untuk melanjutkan studi!
Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. Semoga diberi kelancaran. Semangat melanjutkan kuliahnya.
BalasHapus