M. Q. Aynan
Saat mendengar kabar tentang tawaran try out TOEFL saya langsung tertarik untuk ikut. Sebelumnya, saya pernah mendengar kalau try out TOEFL memerlukan biaya 75.000. Lalu, dalam pesan elektronik ada pemberitahuan bahwa try out TOEFL yang saya dan teman-teman kelas ikuti adalah sebuah kerjasama prodi Tadris Bahasa Inggris dan LKP Texas. Saya mengetahui bahwa prodi kami dan LKP Texas pernah menandatangani nota kesepahaman. Saya tidak tau persis tentang apa. Mungkin try out TOEFL ini adalah salah satu wujudnya.
Sebenarnya sudah agak lama saya ingin ikut try out TOEFL ini. Hanya saja ketika saya cari info ongkosnya mahal-mahal. Lebih dari itu, saya tak punya kesempatan untuk keluar sejenak dari kesibukan (atau mungkin pseudo-kesibukan). Akhirnya kesampaian juga ikut try out TOEFL untuk pertama kalinya.
Hari Sabtu tanggal 17 Februari 2019 adalah saat kami menguji coba diri sendiri untuk try out TOEFL. Awalnya, pesertanya ada tiga puluhan. Akan tetapi, disebabkan banyak faktor, seingat saya hanya tinggal sekitar dua puluhan orang. Para peserta dibagi menjadi tiga sesi. Saya termasuk yang memilih sesi terakhir, yakni pukul 13.00.
Saya sengaja berangkat lebih awal agar lebih santai sesudah sampai di lokasi. Ketika sampai di LKP Texas dan mengisi daftar hadir, saya diberitahu bahwa saya terlambat. Saya terkejut karena saat itu jam menunjukkan pukul 12.42. Setelah saya mengisi daftar hadir tamu, keluar ruangan, saya diberi tahu bahwa ada perubahan jadwal yang awalnya 13.00 menjadi 12.30. Jelas, saya merasa tidak enak.
Pengawas try out langsung mengajak kami untuk memasuki ruangan try out TOEFL. Ternyata pengawasnya Pak Kuntjoro. Saya sudah bertemu dengan beliau dalam rangka wawancara tentang JECC, lembaga kursus yang beliau pimpin. Beliau langsung membacakan panduan dan tata tertib. Kami mulai mengerjakan dengan diawali mengisi identitas. Lembar jawabannya seperti pada UN. Jadi semua diisi dengan menghitamkan bundaran-bundaran.
Di tengah proses pengerjaan, listrik sempat padam, padahal hanya tinggal tiga soal dari total lima puluh soal pada listening section. Saat itu memang sedang musim padam. Akhirnya, kami pindah ruangan untuk sementara dan beralih mengerjakan structure.
Setelah listrik sudah menyala kembali dan structure sudah selesai, kami pindah ke ruangan semula untuk menyelesaikan listening section. Pada saat itu saya sudah mengerjakan beberapa soal reading sehingga begitu listening dan structure section sudah selesai, sisa soal saya lebih sedikit. Saya memang ingin mengerjakan secepat mungkin. Sisa waktu menunjukkan dua puluh menit tersisa, saya sudah menuntaskan semua soal.
Hari berganti, Bu Lucia mengirim pesan elektronik yang isinya kami dipersilakan untuk datang terkait dengan pengumuman nilainya tanggal 23 Februari 2019. Pengumuman nilai bersifat pribadi, jadi tidak bisa diwakilkan. Saya tidak bisa waktu itu, jadi sabtu selanjutnya.
Tanggal 1 Maret 2019 hari Sabtu beberapa hari yang lalu barulah saya sempat mengetahui pengumuman nilainya. Pukul 07.30 saya sampai di lokasi. Saya mengira hal itu tidak akan banyak menghabiskan waktu. Ternyata sebelum pengumuman masih membincangkan perihal TOEFL. Kami juga ditunjukkan seperangkat sertifikat TOEFL ITP yang terdiri dari tiga lembar.
Di tengah perbincangan, Bu Lucia sempat mengatakan kalau saya seperti Japanese (iya kah?). Beliau tanya nama saya, saya jawab Aynan. Tiba-tiba beliau memanggil nama saya. Saya kira ada apa lagi, ternyata nama saya terletak di paling atas pada lembar pengumuman nilai. Itu berarti nilai saya tertinggi.
Saya dipanggil beliau untuk mendekat, melihat lebih dekat berapa tepatnya nilai saya. Untuk nilai orang lain beliau tutupi dengan kertas sehingga tidak terlihat berapa angkanya. Hanya nilai saya yang terlihat. Disana tertulis nilai listening 500, structure 530, reading 500. Berarti rata-ratanya 510. Saya menganggap itu bukan semata-mata hasil kemampuan saya, tetapi keberuntungan memainkan perannya. Bagaimana tidak, sebelum saya ikut try out saya sengaja tidak mempersiapkan diri agar saya tau batas minimal saya jika saya ikut try out TOEFL. Seakan-akan-nol begitu.
Pengawas try out langsung mengajak kami untuk memasuki ruangan try out TOEFL. Ternyata pengawasnya Pak Kuntjoro. Saya sudah bertemu dengan beliau dalam rangka wawancara tentang JECC, lembaga kursus yang beliau pimpin. Beliau langsung membacakan panduan dan tata tertib. Kami mulai mengerjakan dengan diawali mengisi identitas. Lembar jawabannya seperti pada UN. Jadi semua diisi dengan menghitamkan bundaran-bundaran.
Di tengah proses pengerjaan, listrik sempat padam, padahal hanya tinggal tiga soal dari total lima puluh soal pada listening section. Saat itu memang sedang musim padam. Akhirnya, kami pindah ruangan untuk sementara dan beralih mengerjakan structure.
Setelah listrik sudah menyala kembali dan structure sudah selesai, kami pindah ke ruangan semula untuk menyelesaikan listening section. Pada saat itu saya sudah mengerjakan beberapa soal reading sehingga begitu listening dan structure section sudah selesai, sisa soal saya lebih sedikit. Saya memang ingin mengerjakan secepat mungkin. Sisa waktu menunjukkan dua puluh menit tersisa, saya sudah menuntaskan semua soal.
Hari berganti, Bu Lucia mengirim pesan elektronik yang isinya kami dipersilakan untuk datang terkait dengan pengumuman nilainya tanggal 23 Februari 2019. Pengumuman nilai bersifat pribadi, jadi tidak bisa diwakilkan. Saya tidak bisa waktu itu, jadi sabtu selanjutnya.
Tanggal 1 Maret 2019 hari Sabtu beberapa hari yang lalu barulah saya sempat mengetahui pengumuman nilainya. Pukul 07.30 saya sampai di lokasi. Saya mengira hal itu tidak akan banyak menghabiskan waktu. Ternyata sebelum pengumuman masih membincangkan perihal TOEFL. Kami juga ditunjukkan seperangkat sertifikat TOEFL ITP yang terdiri dari tiga lembar.
Di tengah perbincangan, Bu Lucia sempat mengatakan kalau saya seperti Japanese (iya kah?). Beliau tanya nama saya, saya jawab Aynan. Tiba-tiba beliau memanggil nama saya. Saya kira ada apa lagi, ternyata nama saya terletak di paling atas pada lembar pengumuman nilai. Itu berarti nilai saya tertinggi.
Saya dipanggil beliau untuk mendekat, melihat lebih dekat berapa tepatnya nilai saya. Untuk nilai orang lain beliau tutupi dengan kertas sehingga tidak terlihat berapa angkanya. Hanya nilai saya yang terlihat. Disana tertulis nilai listening 500, structure 530, reading 500. Berarti rata-ratanya 510. Saya menganggap itu bukan semata-mata hasil kemampuan saya, tetapi keberuntungan memainkan perannya. Bagaimana tidak, sebelum saya ikut try out saya sengaja tidak mempersiapkan diri agar saya tau batas minimal saya jika saya ikut try out TOEFL. Seakan-akan-nol begitu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar