---Di mana pun adalah ruang kelas---

Jumat, 08 Juli 2022

Kutipan 4 Kata Kunci: Keberanian & Nyali, Relasi & Diplomasi



Keberanian bukan berarti tidak punya rasa takut, melainkan dorongan untuk bertindak lebih kuat daripada ketakutan itu.


Tidak perlu berdebat panjang-panjang dan berlama-lama, yang penting permasalahan bisa selesai, persoalan bisa dieksekusi dengan baik.


Keberanian, terutama nyali, tidak dapat dibeli dengan uang, tidak bisa didapatkan dengan materi.


Keberanian dan nyali yang istimewa adalah ketika yang diutamakan bukanlah untuk kepentingan pribadi.


Nyali tidak hanya ketika mengiyakan permintaan, tetapi juga ketika berani mengatakan tidak.


Keberanian dan nyali itu, termasuk ketika lebih memilih untuk berkata jujur daripada berkata manis.


Terkadang, bentuk dari keberanian dan nyali itu saat membela anak buah dan melawan kebijakan atasan.


Berani menyeberangi lautan berarti siap meninggalkan dan melupakan pantai.


Rasa takut itu berasal dari ketidaktahuan. Oleh karena itu, penting sekali untuk membaca setiap tanda, menguasai ragam bahasa, menggali informasi, mendengar dengan seksama, melihat lebih jernih, secepat-cepatnya, setepat-tepatnya, sebanyak-banyaknya, selengkap-lengkapnya. Luangkan waktu untuk itu.


Keberanian termasuk modal utama, selain kehormatan dan kecerdasan. Modal tambahannya persiapan atau bersiap dengan segala kemungkinan. Mencegah lebih baik daripada mengobati, termasuk menyiapkan langkah agar siap bertahan dalam tekanan, menghadapi risiko dan ancaman.


Keberanian atau nyali, ketika itu dalam konteks diplomasi, seringkali justru tampil dengan diplomasi tingkat tinggi. Diplomasi tingkat tinggi adalah yang bukan malah menambah rumit masalah, melainkan yang mengurai benang kusutnya, sehingga pihak yang terdapat di dalam situasi tertentu sama-sama merasa aman dan menunjukkan kepercayaan. Keberanian dan nyali tersebut juga tidak selalu ditunjukkan dengan ungkapan kekerasan, tetapi sangat mungkin ditunjukkan dengan langkah mengurangi penggunaan kekerasan. Penggunaan kekerasan, dalam penafsiran tertentu, dapat berarti gejala inferioritas. Berarti sebaliknya, superioritas atau "taring" sangat mungkin ditandai dengan bahasa non-verbal yang bermakna bukan mau menangnya sendiri.


Keberanian kadangkala justru dimiliki oleh orang yang cenderung pendiam.


Beranilah juga untuk membantu orang yang tidak dikenal dan tidak perlu mengharapkan balasan.


Bukan tekanan (represi) dan pengancaman (sanksi), melainkan kolaborasi dan solusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar